Penyiaran
televisi saat ini tidak lagi menjadi monopoli Jakarta. Fenomena menjamurnya
televisi lokal di berbagai daerah dapat dijadikan faktor indikator telah
menyebarnya sumber daya penyiaran. Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI),
sebuah organisasi tembpat bergabungnya televisi lokal yang berdiri pada 26 Juli
2002, hingga saat ini telah menghimpun sebanyak 23 industri televisi lokal.
Anggotanya tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia, ada Bandung TV di
Bandung, Bali TV di Bali, Riau TV di Pekanbaru Riau, dan berbagai daerah
lainnya. Belum lagi keberadaan televisi lokal lainnya yang belum terdaftar sama
sekali. Dapat dibayangkan betapa ramainya udara Indonesia di masa yang akan
datang dengan maraknya televisi lokal yang akan bermunculan. Menggeliatnya perkembangan
televisi lokal tidak seindah yang dibayangkan. Televisi lokal yang sudah
beroperasi banyak yang berjibaku dengan masalah internalnya, dari persoalan
buruknya manajemen, baik manajemen sumber daya manusianya maupun manajemen
keuangannya, hingga pada persoalan sulitnya mendapat share iklan.
Ada
beberapa jenis televisi di dunia terutama Indonesia. Televisi yang kita kenal
terdiri dari dua jenis, yakni televisi hitam putih dan televisi berwarna dari
warna yang dihasilkan. Pada televisi hitam putih tidak dapat melihat gambar
sesuai dengan warna aslinya. Apapun yang terlihat di layar kaca hanya tampak
warna hitam dan putih. Hal ini sangat berbeda dengan televisi berwarna, yakni
warna gambar yang dihasilkan lalu ditampilkan di layar akan terlihat menyerupai sebagai mana aslinya.
Dilihat
dari cara penggunaannya televisi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Televisi Analog
Televisi Analog merupakan televisi yang
mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase atau frekuensi dari
sinyal.
2. Televisi Digital
Televisi Digital adalah televisi yang
menggunakan modulasi digital dan system kompresui untuk menyiarkan sinyal
gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat
yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari system siaran
analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit
data seperti komputer.
Pendorong perkembangan televisi digital
diantara lain :
a. Perubahan lingkungan eksternal
Pasar
televisi analog yang sudah jenuh dan kompetisi dengan system penyiaran satelit
dan kabel.
b. Perkembangan Teknologi
1. Teknologi pemrosesan sinyal digital
2. Teknologi transmisi digital
3. Teknologi semikonduktor
4. Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi
Seiring berjalannya waktu, teknologi
di televisi semakin berkembang seperti dibagian layar contohnya. Ada banyak
televisi yang menggunakan teknologi terbaru dibagian layarnya.
Televisi pada era Perkembangan
teknologi, Plasma TV adalah TV yang paling awal mengusung Slim TV dengan
resolusi yang tinggi pada zamannya. TV Plasma menggunakan plasma dibagian
layarnya untuk meningkatkan kualitas Refresh Ratenya. Namun Plasma TV memiliki
kekurangan yaitu salah satunya adalah berat dan tidak hemat daya listrik karena
ukuran yang cukup besar sehingga membuang energi listrik yang cukup besar.
LCD TV mengusung teknologi Liquid
Crystal untuk memproduksi gambar di layar TV tersebut. TV jenis ini juga lebih
hemat daya dan memiliki ukuran yang bervariasi. LCD TV memiliki teknologi Anti Glare
(Tanpa Bayangan), lalu LCD TV juga lebih baik dalam memproduksi ketajaman
warna, dan menghasilkan radiasi yang lebih rendah. Namun LCD TV bila kita
tonton ketika gelap, maka TV ini akan memproduksi kontras yang kurang baik,
sehingga kurang menikmati ketika kita menonton. Lalu, LCD TV akan memproduksi
gambar lebih lambat karena tingkat Refresh Rate dan Response Time yang kurang.
LED TV atau Light Emitting Diode TV merupakan
salah satu perkembangan baru dalam dunia teknologi TV yang pada dasarnya
mengadopsi sistem kerja dari LCD TV namun bedanya sudah dilengkapi dengan
teknologi LED backlight. Kelebihan dari LED TV adalah tingkat
ketajaman gambar dan gradasi warna yang setara dengan LCD TV, Lebar sudut
pandangnya setara dengan Plasma TV dan pengaturan geraknya (Motion-handling)
yang melebihi TV Tabung. Selain itu, LED TV dapat dikatakan jauh lebih unggul
dibandingkan LCD TV biasa dilihat dari tingkat kontrasnya yang sangat tinggi
(1,000,000 : 1), konsumsi listrik yang jauh lebih rendah, dan lebih ramah
lingkungan.
Selain dari kelebihan dan kekurangan dibagian jenis televisinya,
dibagian fungsi juga ada kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan :
1.
Menyampaikan berita atau informasi
secara langsung dan hidup.
2.
Televisi menyampaikan pesannya
dengan singkat dan sederhana.
3.
Kita dapat mendengar suara dan
melihat gambar dalam waktu yang bersamaan.
4.
Sarana terbaik untuk menyebarkan
berita dan berbagai informasi tentang peristiwa atau kejadian yang sangat penting.
5.
Sarana hiburan yang paling baik
dan murah.
Kekurangan :
1.
Mengurangi semangat belajar anak
2.
Mendorong anak menjadi konsumtif
3.
Mengurangi kreativitas
4.
Mengurangi konsentrasi
5.
Merenggangkan Hubungan anak dan
orang tua
Televisi juga memiliki beberapa
fungsi yaitu :
1.
Sebagai Media Informasi
Kita dapat mendengarkan berita sehingga
mendapat informasi baru.
2.
Sebagai Media Hiburan
Kita dapat menonton acara yang
dapat menghibur kita.
3.
Sebagai Media Promosi
Iklan adalah sebuah bentuk promosi
di media Televisi
4.
Sebagai Media Pendidikan
Kita dapat menonton acara yang
mengandung unsur yang mendidik.