Dari Analog ke Konvergensi Media
Konvergensi
merupakan perpindahan, persimpangan, atau revolusi dari media lama ke media
baru. Konvergensi media tidak selalu berbicara tentang pergeseran teknologi
atau proses teknologi, namun termasuk paradigma industri, budaya, dan sosial
yang mendorong masyarakat untuk mencari informasi baru.
Menurut
Paschal Preston, dalam bukunya Reshaping
Communications, Technology, Information, and Social Change (2001), ia
merupakan seorang ahli masyarakat informasi yang melanjutkan pemikiran Bell
dans Castells, yakni membahas berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat di
era Milenium baru akibat perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih
dan semakin meluas. Dalam bukunya, Preston selain mengetengahkan berbagai teori
kontemporer tentang masyarakat informasi (Information
Society) dan ruang public (Public
Sphere), juga mengkaji tentang perkembangan dan peran informasi di dalam
masyarakat kapitalisme akhir (Late
Capitalism), dan menutupnya dengan bahasan tentang perkembangan informasi
yang luar biasa cepat terhadap kesenjangan sosial dan masa depan masyarakat di
balik makin meluasnya pemujaan terhadap teknologi informasi.
Secara
garis besar, Preston memaparkan dua proses perubahan yang melatarbelakangi
perkembangan pemikirannya. Pertama, terjadinya perluasan yang benar – benar signifikan dalam derajat penekanan pada
persoalan teknologi dalam wacana public kontemporer. Kedua, munculnya kesadaran
bahwa perkembangan teknologi komunikasi informasi baru telah menjadi jalur
khusus dan utama dari proses perubahan sosial, politik, dan budaya di
masyarakat post-industrial.
Menurut
pengamatan dan kajian Preston, sejak 1970-an, banyak hal yang terjadi dan telah
berubah dalam kehidupan komunikasi manusia, terutama berkaitan dengan makin
meluasnya pemakaian teknologi informasi dan media massa. Perubahan yang terjadi
di kehidupan masyarakat tidak hanya terjadi menyangkut hal tentang inovasi
teknik baru di bidang teknologi dan informasi seperti perkembangan cepat dari
Internet/world wide web. Perubahan
yang terjadi juga bukan hanya persoalan tentang potensi aplikasi teknologi
informasi dan sistem jaringan yang dengan mudah tersebar luas atau pervasive-yang memungkinan manusia
menggunakannya baik di tempat kerja maupun di rumah. Masyarakat di era post-industrial menurut preston tidak
hanya menghadapi ‘perubahan seismik’ pada sifat infrastruktur teknik teknologi
informasi komunikasi yang tersedia sebagaimana kita memulai milenium baru.
Memasuki
era 1990-an, Preston melihat perkembangan baru di dunia informasi dan
komunikasi yang benar – benar radikal. Berbeda jauh dengan kondisi 1970-an dan
1980-an dimana yang popular yaitu media
baru seperti Televisi kabel dan satelit, perekam kaset video, telepon seluler,
komputer PC, dan system musik digital. Pada tahun 1990-an keberadaan teknologi
dan media baru yang ada telah dilengkapi dengan gugus baru dari teknologi
digital dan tumbuhnya ‘pemusatan’ telekomunikasi modern, yakni computer dan
jaringan penyiaran.
Tidak
lebih dari satu dekade, telepon telah
berkembang menjadi telepon seluler (Handphone) yang mudah dibawa kemana – mana dan
komputer pribadi yang dari perangkat kerja kantor yang terpaku menjadi terminal
fleksibel yang dengan mudah dibawa kemana – mana. Kehadiran komputer juga
mempunyai peran baru dalam aktivitas komunikasi di rumah, setidaknya dalam
ekonomi industrial modern. Kehadiran komputer pribadi, baik laptop, iPad, dan
lain – lain sekarang muncul sebagai pesaing televisi (dan telepon) dan menjadi
terminal utama pertumbuhan aktivitas komunikasi di rumah dan kehidupan kita
sehari – hari.
Memasuki
era tahun 2000-an, yakni era milenium baru, Preston melihat bahwa system komunikasi
multimedia yang interaktif bukan hanya menawarkan kemungkinan komunikasi tanpa
batas, melainkan juga kehadiran dunia maya atau realitas virtual yang makin
meluas dan nyata. Selain itu, yang lebih penting menurut Preston, di era milenium
baru, telah lahir tren baru di dunia industri komunikasi, yakni hadirnya
beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi
komunikasi konvensional. Kehadiran revolusi informasi yang ditandai dengan
munculnya teknologi komunikasi dan informasi baru (new media) cepat atau lambat mulai menggeser peran, bahkan
mengambil alih hampir semua kemampuan yang dimiliki oleh teknologi
konvensional.
Di
era masyarakat post-industrial,
teknologi komputer beserta sistem yang ditawarkan, dan kehadiran internet yang
memungkinkan para penggunanya menjelajahi ruang dan waktu tanpa batas, menurut
Preston kemudian menyatu dengan teknologi media komunikasi konvensional yang
bersifat masif. Fenomena penyatuan atau perpaduan teknologi informasi dan
komunikasi, media massa, dan media komunikasi konvensional inilah yang sering
disebut sebagai suatu proses konvergensi media.
Preston
(2001 : 27) mengatakan, bahwa konvergensi media akan membawa dampak pada perubahan
radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi, dalam pemrosesan seluruh
bentuk informasi baik visual, audio, teks, data, dan sebagainya.
Konvergensi
Media merupakan integrasi dari fungsi
berbagai media ke dalam suatu media yang lebih canggih dari sebelumnya.
Konvergensi media muncul mukan hanya karena didorong oleh kebutuhan pengguna
akan beberapa fungsi teknologi, melainkan merupakan implikasi dari akumulasi
perkembangan teknologi informasi yang semakin modern dan meluas.
Layaknya
suatu inovasi yang radikal, munculnya fenomena konvergensi media memang
menimbulkan sejumlah konsekuensi dan perubahan sosial yang dahsyat. Bukan hanya
memberi informasi yang luas, tapi juga memberikan pilihan yang makin terbuka
pada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka
berdasarkan apa yang mereka butuhkan.
Akibat
dari penggunaan teknologi komunikasi baru, muncul suatu bentuk ekspresi
kultural yang berdampak terhadap pembentukan kultur baru dalam masyarakat.
Menurut McLuhan, kemunculan teknologi media telah berdampak terhadap perubahan
budaya di tengah masyarakat yang menggantungkan pada teknologi tersebut,
sehingga media berperan menciptakan dan mengelola sebuah budaya.
No comments:
Post a Comment