Tuesday, 22 January 2019

Dari Analog ke Konvergensi Media


Dari Analog ke Konvergensi Media
                Konvergensi merupakan perpindahan, persimpangan, atau revolusi dari media lama ke media baru. Konvergensi media tidak selalu berbicara tentang pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun termasuk paradigma industri, budaya, dan sosial yang mendorong masyarakat untuk mencari informasi baru.
                Menurut Paschal Preston, dalam bukunya Reshaping Communications, Technology, Information, and Social Change (2001), ia merupakan seorang ahli masyarakat informasi yang melanjutkan pemikiran Bell dans Castells, yakni membahas berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat di era Milenium baru akibat perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan semakin meluas. Dalam bukunya, Preston selain mengetengahkan berbagai teori kontemporer tentang masyarakat informasi (Information Society) dan ruang public (Public Sphere), juga mengkaji tentang perkembangan dan peran informasi di dalam masyarakat kapitalisme akhir (Late Capitalism), dan menutupnya dengan bahasan tentang perkembangan informasi yang luar biasa cepat terhadap kesenjangan sosial dan masa depan masyarakat di balik makin meluasnya pemujaan terhadap teknologi informasi.
                Secara garis besar, Preston memaparkan dua proses perubahan yang melatarbelakangi perkembangan pemikirannya. Pertama, terjadinya perluasan yang benar – benar signifikan dalam derajat penekanan pada persoalan teknologi dalam wacana public kontemporer. Kedua, munculnya kesadaran bahwa perkembangan teknologi komunikasi informasi baru telah menjadi jalur khusus dan utama dari proses perubahan sosial, politik, dan budaya di masyarakat post-industrial.
                Menurut pengamatan dan kajian Preston, sejak 1970-an, banyak hal yang terjadi dan telah berubah dalam kehidupan komunikasi manusia, terutama berkaitan dengan makin meluasnya pemakaian teknologi informasi dan media massa. Perubahan yang terjadi di kehidupan masyarakat tidak hanya terjadi menyangkut hal tentang inovasi teknik baru di bidang teknologi dan informasi seperti perkembangan cepat dari Internet/world wide web. Perubahan yang terjadi juga bukan hanya persoalan tentang potensi aplikasi teknologi informasi dan sistem jaringan yang dengan mudah tersebar luas atau pervasive-yang memungkinan manusia menggunakannya baik di tempat kerja maupun di rumah. Masyarakat di era post-industrial menurut preston tidak hanya menghadapi ‘perubahan seismik’ pada sifat infrastruktur teknik teknologi informasi komunikasi yang tersedia sebagaimana kita memulai milenium baru.
                Memasuki era 1990-an, Preston melihat perkembangan baru di dunia informasi dan komunikasi yang benar – benar radikal. Berbeda jauh dengan kondisi 1970-an dan 1980-an dimana yang popular yaitu media baru seperti Televisi kabel dan satelit, perekam kaset video, telepon seluler, komputer PC, dan system musik digital. Pada tahun 1990-an keberadaan teknologi dan media baru yang ada telah dilengkapi dengan gugus baru dari teknologi digital dan tumbuhnya ‘pemusatan’ telekomunikasi modern, yakni computer dan jaringan penyiaran.
                Tidak lebih dari satu dekade,  telepon telah berkembang menjadi telepon seluler (Handphone) yang mudah dibawa kemana – mana dan komputer pribadi yang dari perangkat kerja kantor yang terpaku menjadi terminal fleksibel yang dengan mudah dibawa kemana – mana. Kehadiran komputer juga mempunyai peran baru dalam aktivitas komunikasi di rumah, setidaknya dalam ekonomi industrial modern. Kehadiran komputer pribadi, baik laptop, iPad, dan lain – lain sekarang muncul sebagai pesaing televisi (dan telepon) dan menjadi terminal utama pertumbuhan aktivitas komunikasi di rumah dan kehidupan kita sehari – hari.
                Memasuki era tahun 2000-an, yakni era milenium baru, Preston melihat bahwa system komunikasi multimedia yang interaktif bukan hanya menawarkan kemungkinan komunikasi tanpa batas, melainkan juga kehadiran dunia maya atau realitas virtual yang makin meluas dan nyata. Selain itu, yang lebih penting menurut Preston, di era milenium baru, telah lahir tren baru di dunia industri komunikasi, yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi konvensional. Kehadiran revolusi informasi yang ditandai dengan munculnya teknologi komunikasi dan informasi baru (new media) cepat atau lambat mulai menggeser peran, bahkan mengambil alih hampir semua kemampuan yang dimiliki oleh teknologi konvensional.
                Di era masyarakat post-industrial, teknologi komputer beserta sistem yang ditawarkan, dan kehadiran internet yang memungkinkan para penggunanya menjelajahi ruang dan waktu tanpa batas, menurut Preston kemudian menyatu dengan teknologi media komunikasi konvensional yang bersifat masif. Fenomena penyatuan atau perpaduan teknologi informasi dan komunikasi, media massa, dan media komunikasi konvensional inilah yang sering disebut sebagai suatu proses konvergensi media.
                Preston (2001 : 27) mengatakan, bahwa konvergensi media akan membawa dampak pada perubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi, dalam pemrosesan seluruh bentuk informasi baik visual, audio, teks, data, dan sebagainya.
                Konvergensi Media  merupakan integrasi dari fungsi berbagai media ke dalam suatu media yang lebih canggih dari sebelumnya. Konvergensi media muncul mukan hanya karena didorong oleh kebutuhan pengguna akan beberapa fungsi teknologi, melainkan merupakan implikasi dari akumulasi perkembangan teknologi informasi yang semakin modern  dan meluas.
                Layaknya suatu inovasi yang radikal, munculnya fenomena konvergensi media memang menimbulkan sejumlah konsekuensi dan perubahan sosial yang dahsyat. Bukan hanya memberi informasi yang luas, tapi juga memberikan pilihan yang makin terbuka pada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka berdasarkan apa yang mereka butuhkan.
                Akibat dari penggunaan teknologi komunikasi baru, muncul suatu bentuk ekspresi kultural yang berdampak terhadap pembentukan kultur baru dalam masyarakat. Menurut McLuhan, kemunculan teknologi media telah berdampak terhadap perubahan budaya di tengah masyarakat yang menggantungkan pada teknologi tersebut, sehingga media berperan menciptakan dan mengelola sebuah budaya.

No comments:

Post a Comment