Saturday, 26 January 2019

Teknologi dan Industri Media: Koran Harian (Surat Kabar)


Koran pada awalnya diproduksi hanya 1 atau 2 lembar saja. Koran yang muncul pertama kali adalah “Acta Diurna” pada tahun 59 SM. Pada abad ke-15, versi awal koran muncul dalam bentuk pamphlet yang disebarkan di kota – kota besar. Dan tidak lama setelah itu, koran – koran komersial mulai banyak bermunculan di Eropa (akhir abad ke-16). Perkembangan koran sangat pesat terutama di wilayah Eropa dan Amerika, karena permintaan pasar juga semakin meningkat. Masyarakat mulai haus berita dan menginginkan sesuatu yang segar tiap harinya.
Manajemen media tidak berbeda dengan manajemen komunikasi, meski sejatinya, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Secara umum, manajemen komunikasi lebih luas daripada manajemen media. Namun manajemen media bila didalami maka akan menjadi sangat luas dan kompleks. Manajemen media sangat luas karena di dalamnya ada pembahasan mengenai ekonomi media dan juga ekonomi politik media, perkembangan teknologi, serta sistem sosial politik tempat media itu berada. Ekonomi media merupakan salah satu aspek penting dari pembahasan manajemen media yang mencakup aspek ekonomi media, sumber penghasilan, dan lain sebagainya.
Perkembangan teknologi juga merupakan bagian penting karena manajemen media harus selalu melakukan antisipasi terhadap perkembangan dan perubahan yang terjadi. (Manajemen Media di Indonesia, Diyah Hayu Rahmitasari, halaman 3 dan 4)
Persoalan yang dihadapi media koran adalah penurunan tingkat penjualan koran akibat menurunnya minat dari pembaca koran, terutama dikalangan kaum anak muda. Meskipun koran masih dapat mendapatkan uang, mereka semakin sulit untuk menjual tempat kepada pengiklan, terutama ke pengiklan nasional.
Majalah lebih diminati oleh banyak orang dibandingkan dengan koran. Sekitar 92 persen penduduk Amerika Serikat yang berusia dewasa setidaknya membaca satu majalah setiap bulannya dan rata – rata pembaca menghabiskan 44 menit untuk membaca setiap edisi. Pembaca juga menghabiskan lebih banyak waktu membaca majalah ketimbang koran.
Kualitas reproduksi adalah salah satu kekuatan majalah dan iklan majalah, ia memungkinkan produk pengiklan dan citra brand disajikan dalam format yang lebih bagus ketimbang kualitas koran.
Bila dibandingkan dengan koran, majalah jauh memimpin dari segi banyaknya pembaca. Bedasar semua standar demografi, koran adalah medium massa yang solid, menghubungkan 78 persen populasi Amerika Serikat setidaknya seminggu sekali, demikian menurut Newspaper Association of America. Newspaper National Network melaporkan bahwa koran setiap hari dibaca sekitar 78 juta orang atau 52 persen orang dewasa Amerika Serikat. Hampir separuh orang dewasa berlangganan koran minggu; Level pengiriman tertinggi di kota – kota menengah dan terendah di pedesaan dan paling besar di kota metropolitan. Secara historis, pembaca koran paling banyak adalah orang tua dan orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dengan pendapatan yang menengah keatas. Yang paling rendah tingkat pembaca koran adalah remaja dan usia awal 20-an dan di kalangan orang yang berpendidikan rendah dengan pendapatan yang rendah juga.
Pembaca koran cenderung selektif dan biasanya hanya membaca pada bagian tertentu yang ada di dalam koran tersebut. Koran bisnis dan organisasi yang memiliki level pembaca yang tertinggi, seperti Ad Age.
Harga kertas yang digunakan perusahaan koran menaik, harga kertas koran yang sangat tinggi tersebut merupakan ancaman maut bagi industri koran, karena sekedar mendapat informasi ringan saja, masyarakat harus membayar biaya yang mahal, sementara penghasilan masyarakat tidak mengalami kenaikan.
Berkurangnya akses informasi masyarakat itu dengan sendirinya akan berdampak pada berkurangnya rasa ingin tahu mereka terhadap situasi dan kondisi yang sedang berkembang di masyarakatnya.
Meningkatnya ongkos produksi koran menyebabkan terjadinya konsolidasi industri koran. Konsolidasi ini membantu industri koran mengimplementasikan teknologi dan mekanisme pengiriman yang baru. Beberapa kemajuan teknologi yaitu sistem informasi sirkulasi online, perpustakaan elektronik, dan database publishing.
Kemunculan internet sebagai mekanisme untuk pengiriman koran, atau sebagian dari koran , menimbulkan dampak besar pada industri koran di dunia, tidak hanya di Indonesia. Hampir semua koran besar dan menengah kini sudah mulai menggunakan sistem koran online dan mulai berkembang. Hasil data dari perusahaan riset Nielsen menunjukan bahwa pengunjung web site koran semakin banyak (72,6 persen dibandingkan 57,8 persen dari keseluruhan pengguna internet di dunia). Lebih jauh, sekitar 88 persen pengunjung web site koran berkunjung sekitar lima kali atau lebih dalam jangka waktu satu minggu. Selain melalui situs konvensional, berita – berita kini didistribusikan pula melalui telepon yang dapat mengaksesnya melalui web, pager, e-mail, dan Palm Pilots. Eksekutif yang sibuk kini dapat mengunduh berita secara online dari Wall Street Journal dan New York Times melalui ponselnya kapan saja dan dimana saja. Publikasi – publikasi online ini semakin penting sebagai sarana iklan. Newspaper Association of America melaporkan pertumbuhan dua digit iklan online sejak NNA mulai mencatatnya pada tahun 2004. (Advertising Ed. 8, Sandra Moriarty, Nancy Mitchell, William Wells, halaman 288)
Pada era modern ini, banyak sekali orang yang mulai berhenti membaca koran. Alasannya bermacam – macam, ada yang bilang karena membaca koran itu membosankan, dan banyak alasan lainnya. Karena hal inilah yang membuat perusahaan koran di tanah air maupun  di dunia mulai membuat koran online yang dapat kita akses dari ponsel atau komputer yang kita miliki, hanya dengan cara membuka aplikasi browser lalu membuka web site koran online yang kita inginkan. Kita dapat membaca koran dimana saja dan kapan saja sesuai dengan berita yang kita butuhkan dan kita inginkan dan juga jauh lebih menarik untuk dibaca daripada koran konvensional. Kita bias memilih berita apa yang ingin kita baca. Tidak hanya itu, dengan adanya koran berbasis online yang dapat kita akses melalui ponsel maupun komputer yang biasa kita pakai kita tidak perlu menambah biaya pembelian koran, karena koran online dapat kita baca secara gratis dan tidak dipungut biaya apapun.
Dengan begitu, secara tidak langsung juga kita mengurangi sampah bumi dan polusi yang ada di bumi karena tidak menggunakan kertas secara berlebihan.

No comments:

Post a Comment