Koran pada awalnya diproduksi hanya 1
atau 2 lembar saja. Koran yang muncul pertama kali adalah “Acta Diurna” pada tahun 59 SM. Pada abad ke-15, versi awal koran
muncul dalam bentuk pamphlet yang disebarkan di kota – kota besar. Dan tidak
lama setelah itu, koran – koran komersial mulai banyak bermunculan di Eropa
(akhir abad ke-16). Perkembangan koran sangat pesat terutama di wilayah Eropa
dan Amerika, karena permintaan pasar juga semakin meningkat. Masyarakat mulai
haus berita dan menginginkan sesuatu yang segar tiap harinya.
Manajemen media tidak berbeda dengan
manajemen komunikasi, meski sejatinya, keduanya memiliki perbedaan yang
sangat jelas. Secara umum, manajemen komunikasi lebih luas daripada manajemen
media. Namun manajemen media bila didalami maka akan menjadi sangat luas dan
kompleks. Manajemen media sangat luas karena di dalamnya ada pembahasan
mengenai ekonomi media dan juga ekonomi politik media, perkembangan teknologi,
serta sistem sosial politik tempat media itu berada. Ekonomi media merupakan
salah satu aspek penting dari pembahasan manajemen media yang mencakup aspek ekonomi
media, sumber penghasilan, dan lain sebagainya.
Perkembangan teknologi juga merupakan
bagian penting karena manajemen media harus selalu melakukan antisipasi
terhadap perkembangan dan perubahan yang terjadi. (Manajemen Media di Indonesia,
Diyah Hayu Rahmitasari, halaman 3 dan 4)
Persoalan yang dihadapi media koran
adalah penurunan tingkat penjualan koran akibat menurunnya minat dari pembaca
koran, terutama dikalangan kaum anak muda. Meskipun koran masih dapat
mendapatkan uang, mereka semakin sulit untuk menjual tempat kepada pengiklan, terutama
ke pengiklan nasional.
Majalah lebih diminati oleh banyak
orang dibandingkan dengan koran. Sekitar 92 persen penduduk Amerika Serikat
yang berusia dewasa setidaknya membaca satu majalah setiap bulannya dan rata –
rata pembaca menghabiskan 44 menit untuk membaca setiap edisi. Pembaca juga
menghabiskan lebih banyak waktu membaca majalah ketimbang koran.
Kualitas reproduksi adalah salah satu
kekuatan majalah dan iklan majalah, ia memungkinkan produk pengiklan dan citra
brand disajikan dalam format yang lebih bagus ketimbang kualitas koran.
Bila dibandingkan dengan koran,
majalah jauh memimpin dari segi banyaknya pembaca. Bedasar semua standar
demografi, koran adalah medium massa yang solid, menghubungkan 78 persen
populasi Amerika Serikat setidaknya seminggu sekali, demikian menurut Newspaper
Association of America. Newspaper National Network melaporkan bahwa koran
setiap hari dibaca sekitar 78 juta orang atau 52 persen orang dewasa Amerika
Serikat. Hampir separuh orang dewasa berlangganan koran minggu; Level pengiriman
tertinggi di kota – kota menengah dan terendah di pedesaan dan paling besar di
kota metropolitan. Secara historis, pembaca koran paling banyak adalah orang
tua dan orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dengan pendapatan
yang menengah keatas. Yang paling rendah tingkat pembaca koran adalah remaja
dan usia awal 20-an dan di kalangan orang yang berpendidikan rendah dengan
pendapatan yang rendah juga.
Pembaca koran cenderung selektif dan
biasanya hanya membaca pada bagian tertentu yang ada di dalam koran tersebut. Koran
bisnis dan organisasi yang memiliki level pembaca yang tertinggi, seperti Ad Age.
Harga kertas yang digunakan
perusahaan koran menaik, harga kertas koran yang sangat tinggi tersebut
merupakan ancaman maut bagi industri koran, karena sekedar mendapat informasi
ringan saja, masyarakat harus membayar biaya yang mahal, sementara penghasilan
masyarakat tidak mengalami kenaikan.
Berkurangnya akses informasi
masyarakat itu dengan sendirinya akan berdampak pada berkurangnya rasa ingin
tahu mereka terhadap situasi dan kondisi yang sedang berkembang di
masyarakatnya.
Meningkatnya ongkos produksi koran
menyebabkan terjadinya konsolidasi industri koran. Konsolidasi ini membantu industri
koran mengimplementasikan teknologi dan mekanisme pengiriman yang baru. Beberapa
kemajuan teknologi yaitu sistem informasi sirkulasi online, perpustakaan
elektronik, dan database publishing.
Kemunculan internet sebagai mekanisme
untuk pengiriman koran, atau sebagian dari koran , menimbulkan dampak besar
pada industri koran di dunia, tidak hanya di Indonesia. Hampir semua koran
besar dan menengah kini sudah mulai menggunakan sistem koran online dan mulai
berkembang. Hasil data dari perusahaan riset Nielsen menunjukan bahwa
pengunjung web site koran semakin banyak (72,6 persen dibandingkan 57,8 persen
dari keseluruhan pengguna internet di dunia). Lebih jauh, sekitar 88 persen
pengunjung web site koran berkunjung sekitar lima kali atau lebih dalam jangka waktu
satu minggu. Selain melalui situs konvensional, berita – berita kini
didistribusikan pula melalui telepon yang dapat mengaksesnya melalui web,
pager, e-mail, dan Palm Pilots. Eksekutif yang sibuk kini dapat mengunduh
berita secara online dari Wall Street
Journal dan New York Times melalui
ponselnya kapan saja dan dimana saja. Publikasi – publikasi online ini semakin
penting sebagai sarana iklan. Newspaper Association of America melaporkan
pertumbuhan dua digit iklan online sejak NNA mulai mencatatnya pada tahun 2004.
(Advertising Ed. 8, Sandra Moriarty, Nancy Mitchell, William Wells, halaman
288)
Pada era modern ini, banyak sekali
orang yang mulai berhenti membaca koran. Alasannya bermacam – macam, ada yang
bilang karena membaca koran itu membosankan, dan banyak alasan lainnya. Karena hal
inilah yang membuat perusahaan koran di tanah air maupun di dunia mulai membuat koran online yang dapat
kita akses dari ponsel atau komputer yang kita miliki, hanya dengan cara
membuka aplikasi browser lalu membuka web site koran online yang kita inginkan.
Kita dapat membaca koran dimana saja dan kapan saja sesuai dengan berita yang
kita butuhkan dan kita inginkan dan juga jauh lebih menarik untuk dibaca
daripada koran konvensional. Kita bias memilih berita apa yang ingin kita baca.
Tidak hanya itu, dengan adanya koran berbasis online yang dapat kita akses
melalui ponsel maupun komputer yang biasa kita pakai kita tidak perlu menambah
biaya pembelian koran, karena koran online dapat kita baca secara gratis dan
tidak dipungut biaya apapun.
Dengan begitu, secara tidak langsung
juga kita mengurangi sampah bumi dan polusi yang ada di bumi karena tidak
menggunakan kertas secara berlebihan.
No comments:
Post a Comment